Selasa, 03 April 2012

MENGGALI POTENSI PERHIPTANI



Ironis sekali kiranya jika kita melihat masih banyaknya Saudara kita yang masih perlu uluran tangan karena himpitan ekonomi keluarga.  Masih banyaknya pengangguran, kemiskinan, perampokan, pencurian dan berbagai masalah social lain yang sebenarnya bisa diminimalisir dengan perbaikan ekonomi masyarakat.  Sebenarnya kita kaya akan Sumberdaya ekonomi yang belum optimal kita manfaatkan.  Potensi pertanian, peternakan, perkebunan sampai perikanan darat dan laut dari usaha Hulu sampai Hilir yang itu semua bisa kita kelola dengan kemampuan kita sendiri. 
Penyuluh, selain menguasai keterampilan dalam pengelolaan usaha pertanian secara luas seperti bercocok tanam, berternak, perikanan bahkan dari penyediaan sarana prasarananya sampai pengolahan serta pemasaran sangat dikuasai atau memungkinkan dilakukan oleh Penyuluh.  Untuk itu, perlu kiranya managemen strategi yang efektif dalam pengelolaan SDM dan SDA yang ada. 
Selain itu, berbagai teknologi terbaru juga dikuasai Penyuluh sebagai bekal dalam menjalankan tugasnya yang diperolaeh dari berbagai pelatihan, sehingga Penyuluh/ Perhiptani berpeluang menjadi terdepan dalam inovasi sector pertanian. 
Kerjasama antara Penyuluh, Petani dan Stake holders lain akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar dimasyarakat.  Semua ini merupakan konsekuensi logis dari Tupoksi Penyuluh dalam membina petani dan keluarganya dimana selain memberikan saran juga memberikan solusi riil dari permasalahan yang dihadapi dengan merangkul petani sebagai mitra kerja. 
Dalam hal ini Perhiptani, sebagai organisasi profesi Penyuluh, berpeluang mengambil peran strategis dalam membawa kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan Penyuluh sendiri pada khisusnya. 
Salah satu elemen terpenting dalam pengembangan perekonomian suatu wilayah adalah dengan menumbuhkan perekonomian mikro.  Negara-negara yang memiliki perekonomian tangguh adalah negara-negara yang sebagian besar penduduknya sebagai entrepreneur/ Pengusaha.  Jepang dengan home industrinya, Singapura dengan jaringan usahanya, China, India, Malaysia merupakan sebagian kecil contoh Negara yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan pesat, melalui pengembangan ekonomi mikro. 
Harapan kita, Perhiptani mampu mengambil peran untuk memulai perubahan sesuai kapasitas dan kemampuan.  Perubahan besar dimasyarakat akan terjadi dimulai dari perubahan kecil yang itu harus dilakukan segera, tidak hanya retorika.  Dengan potensi kualitas SDM dan SDA yang besar tersebut, melalui Perhiptani kita harapkan bisa menjadi pelopor/ pendorong perkembangan perekonomian mikro di masyarakat, meningkatnya pertumbuhan ekonomi sehingga membawa masyarakat pada kehidupan yang lebih sejahtera. 
Beberapa tahapan yang bisa dilalui adalah dengan Perencanaan usaha dengan road map usaha yang jelas dan luwes.  Hal ini bisa dilanjutkan dengan  pembagian tugas dengan system kerja yang jelas dan dikelola secara professional.  Selanjutnya pengoptimalan Sumberdaya yang ada sehingga pengelolaan bisa dilakukan dengan efektif dan efisien.  Tahap selanjutnya perlu kiranya perluasan usaha.
Dengan demikian, sekiranya keharmonisan seluruh Penyuluh akan lebih erat, peningkatan kesejahteraan Penyuluh dan stake holders nya terutama petani sebagai binaan.  Selain itu, Penyuluh juga memiliki bargaining position yang lebih kuat dengan pihak manapun sehingga mampu memperjuangkan cita-cita dalam kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Bagi pemerintah, adanya Perhiptani diharapkan program penyuluhan akan bisa dilaksanakan dengan cepat terserap, lebih efektif dan efisien serta adaptif dimasyarakat.  Selain itu, dampak lain adalah akan ada peningkatan lapangan kerja bagi masyarakat, Sumber Daya Alam terkelola dengan lebih baik sesuai potensinya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, harapan kita Perhiptani mampu menjadi mitra kerja bagi Petani dan keluarganya sebagai binaan Penyuluh sehingga mampu saling mendorong dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.  Penyuluh tidak hanya berusaha meningkatkan kesejahteraan Petani, tetapi juga sekaligus meningkatkan kesejahteraannya sendiri dan masyarakat luas. 
Hal lain yang kita harapkan adalah ketergantungan petani kita pada pihak lain terutama swasta asing bisa kita minimalisir.  Hal ini dengan tujuan ada penghematan devisa Negara dalam menjalankan usaha tani bahkan harapan kita bisa menyumbangkan devisa bagi Negara dengan cara peningkatan export. 
Ketika usaha telah berjalan dengan baik, seiring pertambahan dan pergantian penyuluh di instansi tempat bernaungnya Penyuluh, usaha ini bisa kita katakan bagaikan bola salju tergelinding yang makin lama makin membesar.  Dengan demikian harapan kita, tidak hanya kita yang menikmati hasil kerja keras kita, tapi juga tak hayal jika berharap usaha kita dinikmati anak cucu kita kelak.  Sangat disayangkan jika Perhiptani dengan Potensi sebesar ini tidak kita manfaatkan dengan lebik bijak.
Harapan kita kehadiran Perhiptani membawa angin segar bagi Penyuluh, bagi penyuluhan dan bagi masyarakat.

MENGGALI POTENSI PERHIPTANI



Ironis sekali kiranya jika kita melihat masih banyaknya Saudara kita yang masih perlu uluran tangan karena himpitan ekonomi keluarga.  Masih banyaknya pengangguran, kemiskinan, perampokan, pencurian dan berbagai masalah social lain yang sebenarnya bisa diminimalisir dengan perbaikan ekonomi masyarakat.  Sebenarnya kita kaya akan Sumberdaya ekonomi yang belum optimal kita manfaatkan.  Potensi pertanian, peternakan, perkebunan sampai perikanan darat dan laut dari usaha Hulu sampai Hilir yang itu semua bisa kita kelola dengan kemampuan kita sendiri. 
Penyuluh, selain menguasai keterampilan dalam pengelolaan usaha pertanian secara luas seperti bercocok tanam, berternak, perikanan bahkan dari penyediaan sarana prasarananya sampai pengolahan serta pemasaran sangat dikuasai atau memungkinkan dilakukan oleh Penyuluh.  Untuk itu, perlu kiranya managemen strategi yang efektif dalam pengelolaan SDM dan SDA yang ada. 
Selain itu, berbagai teknologi terbaru juga dikuasai Penyuluh sebagai bekal dalam menjalankan tugasnya yang diperolaeh dari berbagai pelatihan, sehingga Penyuluh/ Perhiptani berpeluang menjadi terdepan dalam inovasi sector pertanian. 
Kerjasama antara Penyuluh, Petani dan Stake holders lain akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar dimasyarakat.  Semua ini merupakan konsekuensi logis dari Tupoksi Penyuluh dalam membina petani dan keluarganya dimana selain memberikan saran juga memberikan solusi riil dari permasalahan yang dihadapi dengan merangkul petani sebagai mitra kerja. 
Dalam hal ini Perhiptani, sebagai organisasi profesi Penyuluh, berpeluang mengambil peran strategis dalam membawa kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan Penyuluh sendiri pada khisusnya. 
Salah satu elemen terpenting dalam pengembangan perekonomian suatu wilayah adalah dengan menumbuhkan perekonomian mikro.  Negara-negara yang memiliki perekonomian tangguh adalah negara-negara yang sebagian besar penduduknya sebagai entrepreneur/ Pengusaha.  Jepang dengan home industrinya, Singapura dengan jaringan usahanya, China, India, Malaysia merupakan sebagian kecil contoh Negara yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan pesat, melalui pengembangan ekonomi mikro. 
Harapan kita, Perhiptani mampu mengambil peran untuk memulai perubahan sesuai kapasitas dan kemampuan.  Perubahan besar dimasyarakat akan terjadi dimulai dari perubahan kecil yang itu harus dilakukan segera, tidak hanya retorika.  Dengan potensi kualitas SDM dan SDA yang besar tersebut, melalui Perhiptani kita harapkan bisa menjadi pelopor/ pendorong perkembangan perekonomian mikro di masyarakat, meningkatnya pertumbuhan ekonomi sehingga membawa masyarakat pada kehidupan yang lebih sejahtera. 
Beberapa tahapan yang bisa dilalui adalah dengan Perencanaan usaha dengan road map usaha yang jelas dan luwes.  Hal ini bisa dilanjutkan dengan  pembagian tugas dengan system kerja yang jelas dan dikelola secara professional.  Selanjutnya pengoptimalan Sumberdaya yang ada sehingga pengelolaan bisa dilakukan dengan efektif dan efisien.  Tahap selanjutnya perlu kiranya perluasan usaha.
Dengan demikian, sekiranya keharmonisan seluruh Penyuluh akan lebih erat, peningkatan kesejahteraan Penyuluh dan stake holders nya terutama petani sebagai binaan.  Selain itu, Penyuluh juga memiliki bargaining position yang lebih kuat dengan pihak manapun sehingga mampu memperjuangkan cita-cita dalam kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Bagi pemerintah, adanya Perhiptani diharapkan program penyuluhan akan bisa dilaksanakan dengan cepat terserap, lebih efektif dan efisien serta adaptif dimasyarakat.  Selain itu, dampak lain adalah akan ada peningkatan lapangan kerja bagi masyarakat, Sumber Daya Alam terkelola dengan lebih baik sesuai potensinya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, harapan kita Perhiptani mampu menjadi mitra kerja bagi Petani dan keluarganya sebagai binaan Penyuluh sehingga mampu saling mendorong dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.  Penyuluh tidak hanya berusaha meningkatkan kesejahteraan Petani, tetapi juga sekaligus meningkatkan kesejahteraannya sendiri dan masyarakat luas. 
Hal lain yang kita harapkan adalah ketergantungan petani kita pada pihak lain terutama swasta asing bisa kita minimalisir.  Hal ini dengan tujuan ada penghematan devisa Negara dalam menjalankan usaha tani bahkan harapan kita bisa menyumbangkan devisa bagi Negara dengan cara peningkatan export. 
Ketika usaha telah berjalan dengan baik, seiring pertambahan dan pergantian penyuluh di instansi tempat bernaungnya Penyuluh, usaha ini bisa kita katakan bagaikan bola salju tergelinding yang makin lama makin membesar.  Dengan demikian harapan kita, tidak hanya kita yang menikmati hasil kerja keras kita, tapi juga tak hayal jika berharap usaha kita dinikmati anak cucu kita kelak.  Sangat disayangkan jika Perhiptani dengan Potensi sebesar ini tidak kita manfaatkan dengan lebik bijak.
Harapan kita kehadiran Perhiptani membawa angin segar bagi Penyuluh, bagi penyuluhan dan bagi masyarakat.

PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN JOMBANG




Pengelolaan lahan pekarangan selain dilatarbelakangi terus menurunnya lahan pertanian seiring pertambahan jumlah penduduk, juga potensi lahan 21.796 ha pekarangan yang belum terkelola dengan optimal diseluruh Kab. Jombang.  Selain itu, sarana pengelolaan yang cukup tersedia, menjadikan alasan utama pemanfaatan lahan pekarangan.
Beberapa tujuan yang ingin dicapai adalah selain upaya ekstensifikasi pertanian, juga diharapkan masyarakat mampu mandiri dalam penyediaan pangan yang sehat sesuai kebutuhan dengan potensi yang dimiliki.
Teknis pemanfaatan lahan pekarangan bisa dilakukan dengan pemanfaatan barang bekas seperti paralon bekas, kaleng bekas, bambu dll sebagai tempat media tanam ataupun pengganti pot.  Untuk media tanam bisa dari tanah pekarangan yang ditambahkan komos dari limbah dapur ataupun pupuk cairnya.  Dinas Pertanian Kab. Jombang telah banyak mengembangkan teknis peningkatan kesuburan lahan dengan pemanfaatan potensi local. 
Pada prinsipnya, kesuburan media harus meliputi kesuburan Fisik, Biologis dan Kimia tanah yang kesemuanya bisa dicukupi dengan potensi yang ada.  Untuk benih bisa diperoleh dari kios pertanian ataupun seleksi benih yang dilakukan sendiri dari hasil panen.  Agar lebih beragam, dikembangkan selain tanaman sayur, buah ataupun tanaman obat juga diarahkan pada peternakan dan perikanan,  Selain saling melengkapi system budidayanya, juga menambah keragaman produk untuk keragaman pangan dan gizi.
Harapan kita, tiap Rumah tangga bisa memanfaatkan pekarangan sesuai potensinya secara optimal.  Apalagi jika kegiatan budidayanya ditunjang peternakan dan perikanan, akan bisa menambah supply protein hewani untuk tiap keluarga.  Bahkan sekarang sudah ada teknologi budidaya padi dalam pot, yang dilakukan untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga dengan tambahan peralatan tepat guna sebagai penanganan pasca panennya.
Dampak yang diharapkan dari pengelolaan pekarangan ini adalah Produk pertanian bisa sampai ke konsumen tanpa perantara.  Rumah tangga bisa memproduksi dan mengkonsumsi sendiri produk pertaniannya.  Sangat efektif dan efisien.  Selain itu, kualitas hasil pekarangan sendiri bisa dikendalikan dengan memperhatikan factor kesehatan.  Dengan demikian kesehatan masyarakat akan meningkat.   Hal lain yang bisa dimanfaatkan adalah limbah rumah tangga yang sangat berperan dalam proses budidaya yang berdampak pada kelestarian lingkungan.  Dampak pada pasar memang besar jika hal ini dilakukan dalam skala luas.  Harapan kita, petani akan beralih merambah pasar luar yang lebih luas baik luar daerah ataupun pasar eksport.  Dengan demikian, akan ada peningkatan perekonomian daerah.  Selain itu, yang terpenting adalah masyarakat bisa mandiri pangan dengan keragaman pangan dan gizi.
Dengan pemanfaatan pekarangan diharapkan bisa membawa masyarakat menuju kemandirian pangan.  Untuk itu, kita harapkan kesadarannya kepada seluruh masyarakat untuk mendukung kegiatan ini.

Mendongkrak Motivasi Kerja



Motivasi adalah kemauan melakukan kegiatan.  Motivasi ini merupakan penggerak utama fungsi-fungsi manageman dalam suatu organisasi.  Tanpa Motivasi, seluruh pegawai/ karyawan kurang bekerja dengan optimal.  Jika kurang diperhatikan secara terus menerus akan menciptakan budaya kerja (Work Culture) yang kurang baik sehingga akan terjadi suatu pencitraan buruk tentang organisasi tersebut.  Maka dari itu, penting kiranya Motivasi kerja diperhatikan dengan baik. 

Biasanya motivasi digunakan untuk mengubah perilaku, meningkatkan gairah kerja, meningkatkan profesionalisme kerja, meningkatkan prestasi, meningkatkan disiplin, meningkatkan rasa tanggung jawab, meningkatkan partisipasi, meningkatkan wawasan, dan meningkatkan kepuasan kerja.

Hal yang perlu diperhatikan dalam motivasi biasanya:
1.    Menyesuaikan tujuan bersama dengan tujuan individu.
2.    Memahami harapan anggota
3.    Komunikasi
4.    Memberi perhatian/ fasilitasi
5.    Mengikutsertakan anggota
6.    Pendelegasian
7.    Pengakuan pada pekerjaan

Ada yang membedakan motivasi menjadi 2 yaitu motivasi positif dan negative.  Motivasi positif diberikan dengan cara mencukupi kebutuhan karyawan, sedangkan motivasi negative dilakukan dengan cara memberikan sanksi-sanksi yang keduanya bertujuan untuk mendorong seorang karyawan melakukan sesuatu.

Teori Herzberg (Organisatoris) mengatakan bahwa yang memotivasi kerja seseorang terletak pada factor pemuas antara lain: Prestasi, pengakuan/ penghargaan, kemajuan, pekerjaan penting dan tanggung jawab.  Sedangkan ketidakpuasan meliputi: kebijakan, supervise, hubungan dengan supervisor, hubungan dengan rekan kerja, gaji, rasa aman dalam pekerjaan, kehidupan pribadi dan kondisi kerja.  

Sementara Maslow (Psicolog) berpendapat manusia akan termotivasi jika kebutuhannya dicukupi sesuai dengan heirarki kebutuhan manusia:
1.    Kebutukan fisiologis (makan, minum, pakaian)
2.    Kebutuhan rasa aman (Keselamatan)
3.    Kebutuhan social (kehormatan dalam lingkungannya)
4.    Kebutuhan harga diri (Ingin berkuasa)
5.    Aktualisasi diri (Prestasi) 

Teori diatas mengandung kebenaran dan kesalahan yang itu semua manusiawi, karena sebagian besar manusia memanfaatkan kekuatan akal dibanding hatinya.  Pendapat lain mengatakan perlu motivasi yang didasarkan pada manageman qalbu.  Dimana setiap karyawan dibawa pada keikhlasan dalam melaksanakan segala pekerjaan.  Tidak hanya memperhatikan teknis motivasinya, tapi juga harus sesuai strategi dan ideology ketuhanan kita.

Kesadaran kesadaran perlu ditumbuhkan:
Sadar bahwa manusia berasal dari setetes sari pati tanah yang hina hingga menjadi hamba dari penciptanya.  Tuhan menciptakan hamba tidak lain hanyalah untuk beribadah kepadaNYA.  Semua dijalankan sesuai perannya masing-masing didunia/ sesuai amanah yang diterimanya.  Para tokoh agama memberi arahan pada umat menuntun pada jalan kebenaran, beribadah dengan ilmunya.  Para pelaku pemerintahan menjalankan amanah sesuai wewenangnya untuk kemaslahatan umat, beribadah sesuai kekuasaannya.  Para pelaku usaha menjalankan usaha untuk kemakmuran masyarakat, beribadah dengan hartanya.  Para masyarakat kurang mampu saling membantu dengan pelaku usaha disertai do’anya yang mampu menggetarkan tiang-tiang Arsi (Singgasana Tuhan).  Seluruh elemen berinteraksi sesuai peran masing-masing.  

Setiap status yang kita sandang adalah amanah yang melekat pada kita.  Hendaknya setiap pemegangnya, memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, tanpa menunggu status yang kita inginkan, yang kita pandang lebih baik, tapi belum tentu baik dimata Tuhan.  Tuhanlah yang mengharapkan dimana kita beribadah/ berperan dalam kemaslahatan umat, bukan kita yang menghendaki peran apa supaya kita mau berbuat.  Indikatornya adalah, apakah kita sudah BEKERJA KERAS, BEKERJA CERDAS, BEKERJA IKHLAS.